KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji
syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah penulis bisa
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini kami susun
guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di
STAIN Bukittinggi. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:
Bapak selaku
dosen yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan rekan-rekan mahasiswa dan seluruh pihak yang bersedia
memberikan partisipasi dalam penyusunan makalah ini.
Manusia
pasti memiliki kekurangan seperti halnya dalam pembuatan makalah ini pun kami
banyak sekali kekurangan. Untuk itu, kami selalu mengharap kritik dan saran
dari pembaca guna kemajuan bersama.
Akhir kata dari penulis
mengucapkan banyak terima kasih.
Wasalamua’laikum Wr.Wb.
Bukittinggi, 6 Desember 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar
Isi............................................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................. 1
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan............................................................................. 1
BAB II
PEMBAHASAN
Implementasi
Pendukung.................................................................................................... 2
A. Elemen Sistem Windowing.................................................................................. 2
B.Pemrograman
Aplikasi dan Penggunaan Alat Bantu............................................. 4
C. User
Interface Management Systems (UIMS)..................................................... .7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 9
3.2 Saran.................................................................................................................... 9
Daftar
Pustaka
BAB I
A.
Latar
Belakang Masalah
Teknologi computer merupakan teknologi tinggi yang
belakangan ini berkembang sangat pesat. Dengan diperkenalkannya teknologi yang
baru ke dalam tempat kerja atau di rumah, aspek kesehatan dan keamanan kerja
harus dipertimbangkan dengan seksama. Dalam konteks suatu perkantoran dalam
sebuah instansi atau perusahaan tertentu, seringkali muncul debat yang sangat
seru atas kedatangan dan digunakannya produk teknologi baru. Satu hal yang
perlu dipertimbangkan dalam penggunaan teknologi baru adalah bahwa adanya
hambatan dari mereka yang tidak menyukai produk teknologi baru, dan juga mereka
menggunakan produk teknologi baru tersebut dengan cara yang tidak benar. Hal
ini berkaitan era dengan aspek keamanan kerja dari pekerja di instansi tersebut.
B. Rumusan
Masalah
a. Bagaimana
sifat dari system windowing tersebut?
b. Bagaimana
penggunaan pemrograman aplikasi dan penggunaan alat bantu?
c. Bagaimana
dengan Sistem Manajemen User Interface?
C. Tujuan
dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan dan
manfaatnya dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang
pendukung implementasi , serta hal hal yang dapat menambah wawasan atau ilmu
bagi para pembaca yang berkenaan dengan implementasi pendukung.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Elemen
sistem windowing
Dua
sifat dari system window
Kebebasan dari perangkat keras. Workstation khusus
akan berinteraksi dengan beberapa layar display visual, papan ketik dan
biasanya beberapa perangkat penunjuk seperti mouse. Keberagaman dari perangkat
keras ini dapat digunakan pada setiap system interaktif dan semuanya berbeda
dalam hal data yang dikomunikasikan dan perintah yang digunakan. Untuk itu,
pemrogram membutuhkan suatu perintah langsung ke suatu terminal abstrak yang
mengerti dengan bahasa yang generic dan dapat diterjemahkan ke bahasa dari
banyak perangkat khusus lainnya. Selain membuat tugas pemrograman lebih mudah,
terminal abstrak memungkinkan portabilitas dari program aplikasi. Hanya satu
program terjemahan – device driver – butuh dituliskan untuk perangkat keras
khusus dan kemudian setiap program aplikasi dapat mengaksesnya. Bahasa generik
untuk terminal abstrak pada system window disebut dengan imaging model,
beberapa diantaranya : pixels, graphical kernel system (GKS), programmer’s
hierarchical interface to graphics (PHIGS), postscript.
Sistem window menyediakan kemampuan berbagi sumber
dari satu konfigurasi perangkat keras dengan beberapa salinan terminal abstrak.
Masing2 terminal abstrak berlaku sebagai proses bebas dan system window akan
mengkoordinasikan control dari proses yang ada. System window juga perlu untuk
menampilkan aplikasi yang terpisah dengan mendedikasikan daerah dari layar
display ke setiap terminal abstrak. Tugas koordinasi berhubungan dengan
menyelesaikan konflik display ketia daerah layar yang terlihat dari dua
terminal abstrak saling tumpang tindih.



Bass dan Coutaz mengidentifikasikan ada 3 arsitektur
yang mungkin bagi perangkat lunak untuk mengimplementasikan role dari system
window. Semua ini diasumsikan bahwa device driver terpisah dari program
aplikasi. Pilihan pertama adalah untuk mengimplementasikan dan replikasi
manajemen dari proses yang multiple dalam setiap aplikasi yang terpisah.
Arsitektur ini tidak terlalu baik karena mendorong setiap aplikasi untuk
melihat masalah yang sulit dari penyelesaian konflik sinkronisasi dengan
perangkat hardware yang berbagi. Juga mengurangi portabilitas dari aplikasi
yang terpisah. Pilihan kedua adalah mengimplementasikan aturan manajemen dalam
kernel system operasi, memusatkan tugas manajemen dengan membebaskan dari
aplikasi individual. Aplikasi masih harus dibangun dengan system operasi
khusus. Pilihan ketiga adalah portabilitas, fungsi manajemen ditulis sebagai
aplikasi yang terpisah sehingga dapat menyediakan interface ke program aplikasi
lain yang generic terhadap semua system operasi. Pilihan terakhir adalah model
arsitektur client-server seperti gambar di atas. Dalam prakteknya, pembagian
dari arsitektur ini tidak terlalu jelas dan setiap aplikasi interaktif atau
kumpulan operasi aplikasi dalam system window berbagi fitur dengan salah satu
dari ketiga aritektur konseptual tersebut. Sehingga, perlu ada satu komponen
yaitu aplikasi atau proses yang terpisah bersama dengan beberapa pendukung
system operasi yang siap dan pendukung aplikasi yang hand-tuned untuk menangani
sumber bersama. Aplikasi yang dibuat untuk system window yang berbasis pada
model client-server tidak terlalu portable. Contoh dari system window berbasis
arsitektur client-server adalah system window X release 11 standar industri
X11, dibuat di MIT pertengahan 1980an.
B.
Pemrograman
Aplikasi dan Penggunaan Alat Bantu
Aplikasi yang interaktif umumnya user-driven, aksi
aplikasi yang ada ditentukan oleh input yang diterima dari user. Ada 2
paradigma pemrograman yang dapat digunakan untuk mengorganisasikan alur control
dalam aplikasi. Paradigma pertama adalah Read-Evaluation Loop, yang internal
terhadap program aplikasi itu sendiri. Contoh pada pemrograman Macintosh.
Server mengirim input user sebagai event terstruktur ke aplikasi client. Fokus
server yang penting adalah pada event dari client yang harus diarahkan. Aplikasi
client diprogram untuk membaca setiap event yang melaluinya dan menentukan
semua perilaku aplikasi khusus yang menghasilkan respon. Alur logika dari
aplikasi client dalam pseudocode dan diagram adalah :

Client
Application

Aplikasi memiliki control yang lengkap terhadap
proses event yang diterima. Pemrogram harus mengeksekusi control melalui setiap
kemungkinan event yang client akan terima. Pada macintosh, MacApp.
Paradigma pemrograman lainnya adalah berbasis
notifikasi, dimana loop control utama untuk proses event tidak ada dalam
aplikasi. Pusat notifier menerima event dari system window dan menyaringnya ke
program aplikasi dengan suatu program seperti terlihat pada gambar di bawah.
Program aplikasi menginformasikan ke notifier event apa yang penting dan
masing2 event mendeklarasikan satu prosedurnya sebagai callback sebelum
mengubah kontrolnya ke notifier. Ketika notifier menerima event dari system
window, terlihat jika event diidentifikasi oleh program aplikasi maka notifier
akan melewatkan event dan control ke prosedur callback yang diregistrasi untuk
event. Setelah pemrosesan, prosedur callback mengembalikan control ke notifier,
memberitahukan untuk melanjutkan event yang diterima atau meminta diakhiri.
Alur control terpusat di notifier yang membebaskan
program aplikasi dari proses yang terlalu banyak dari setiap proses event yang
lewat dari system window. Misalkan program aplikasi akan menghasilkan kotak
dialog pre-empsi dan menginginkan adanya konfirmasi dari user sebelum diproses.
Dialog pre-empsi menghapus secara efektif semua aksi user kecuali yang
dibutuhkan user untuk memperbaikinya.

Pada
paradigma loop read-evaluation, ini langsung dikerjakan. Jika kesalahan
dideteksi, aplikasi memulai loop read-evaluation yang ada dalam cabang
statement case. Pada loop tersebut, semua event yang tidak relevan dapat
diterima dan dihapus. Pseudocode nya adalah :


Pada paradigma berbasis notifikasi, dialog pre-empsi
tidak sederhana, karena alur control diluar dari pemrogram aplikasi. Prosedur
callback harus dimodifikasi semua untuk megenal situasi dimana dialog pre-empsi
diperlukan dan pada situasi tersebut dihapus semua event yang dilewatkan
kepadanya oleh notifier.
C.
User
Interface Management Systems (UIMS)
Set dari pemrograman dan teknik desain yang dapat
menambah level lain dari servis untuk desain system interaktif selain level
toolkit adalah system manajemen interface user (UIMS) ini. Focus utama dari
UIMS :
·
Arsitektur konseptual
untuk struktur dari system interaktif yang dikonsentrasikan pada pemisahan
semantic aplikasi dan presentasi
·
Teknik untuk
mengimplementasikan aplikasi dan presentasi secara terpisah
·
Teknik pendukung untuk
menangani, mengimplementasikan, dan mengevaluasi lingkungan interaksi yang
sedang berjalan.
UIMS sebagai arsitektur
konseptual
Isu
utama adalah bagaimana memisahkan antara semantic aplikasi dan interface yang
tersedia bagi user. Banyak argument yang baik untuk mendukung pemisahan ini,
yaitu :
Portability
: agar aplikasi yang sama dapat digunakan di system yang berbeda maka membuat
aplikasinya sebaiknya terpisah dari interface device-dependent-nya.
Reusability
: pemisahan meningkatkan komponen untuk dapat digunakan kembali agar dapat
mengurangi biaya.
Multiple interfaces
: untuk meningkatkan fleksibilitas aplikasi yang interaktif, beberapa interface
yang berbeda dibuat untuk mengakses fungsionalitas yang sama.
Customization
: interface user dapat dikustom oleh desainer dan user untuk meningkatkan
keefektifan tanpa mengubah aplikasi.
Sekali aplikasi dan presentasi dipisahkan,
komunikasi antara keduanya perlu dipertimbangkan, ini yang disebut sebagai
control dialog. Secara konseptual, ada 3 komponen utama dari system interaktif
– aplikasi, presentasi dan control dialog.
Komponen
logika dari UIMS :
·
Presentasi : komponen
bertanggungjawab atas tampilan interface, termasuk output dan input yang
tersedia bagi user.
·
Control dialog :
komponen mengatur komunikasi antara presentasi dan aplikasi.
·
Interface aplikasi :
pandangan dari semantic aplikasi yang disediakan sebagai interface.
Model Seeheim
berikut memasukkan aplikasi dan user dalam konteks dari system interaktif
meskipun tidak secara eksplisit karena hanya memodelkan komponen logika UIMS
bukan system interaktif secara keseluruhan. Dengan tidak membuat aplikasi
secara eksplisit ada di model, control dialog eksternal perlu diasumsikan. Dari
sudut pandang pemrogram, model Seeheim ini sesuai dengan adanya pembedaan
antara lapis leksikal klasik, sintaksis dan semantic dari system computer.
Masalah utama dari model Seeheim ini adalah meskipun terlayani baik pada
akhirnya, tetapi tidak terlihat bagaimana arah sebenarnya dari kemungkinan UIMS
distrukturkan. Gambar tersebut menunjukkan alasan efisiensi yang mungkin dengan
dilewatkan/ dihindarkannya komponen control dialog secara eksplisit sehingga
aplikasi memberikan respon semantic aplikasi yang lebih besar. Kotak kosong
tersebut ada karena logika tidak dipisahkan dari implementasi. Selain itu model
Seeheim tidak menginformasikan bagaimana membangun system interaktif yang besar
dan kompleks dari komponen yang lebih kecil.

Paradigma Model-View-Controller (MVC) menangani
masalah Seeheim di atas. Pada pemrograman Smalltalk, link antara semantic
aplikasi dan presentasi dapat dibangun dari tiga serangkai MVC ini. Smalltalk
adalah system pemrograman berorientasi objek yang berhasil membangun system
interaktif baru berdasarkan system yang sudah ada.

Model MVC menunjukkan semantic aplikasi, view
menangani output grafik atau teks dari aplikasi dan pengontrol menangani input.
Perilaku dasar dari model ini adalah view dan pengontrol ditempelkan/
dimasukkan dalam kelas objek umum dari Smalltalk yang diwariskan dari instant
dan dimodifikasi.
Model Coutaz berikut merupakan system interaktif
berasitektur multi-agent, disebut model Presentation-Application-Control (PAC).
Model ini berbasis tiga serangkai pula, semantic aplikasi dilambangkan dengan
komponen abstraksi, input dan output digabungkan dalam satu komponen presentasi
dan ada komponen control eksplisit yang menangani dialog dan menghubungkan
aplikasi dan presentasi.

Ada 3 perbedaan penting antara PAC dan MVC. Pertama
adalah PAC menggabungkan input dan output, MVC memisahkannya. PAC menyediakan
komponen eksplisit yang tugasnya melihat
kekonsistenan antara abstraksi dan presentasi, dimana MVC tidak menugaskan ke
salah satu komponen. PAC tidak berhubungan dengan lingkungan pemrograman
apapun, secara kondusif merupakan pendekatan berorientasi objek. Perbedaan yang
terakhir ini yang membuat PAC mudah mengisolasi komponen control; PAC lebih
merupakan arsitektur konseptual dibandingkan MVC karena kurang
implementation-dependent.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem window menyediakan kemampuan berbagi sumber
dari satu konfigurasi perangkat keras dengan beberapa salinan terminal abstrak.
Masing2 terminal abstrak berlaku sebagai proses bebas dan system window akan
mengkoordinasikan control dari proses yang ada.Ada 2 paradigma pemrograman yang
dapat digunakan untuk mengorganisasikan alur control dalam aplikasi. Paradigma
pertama adalah Read-Evaluation Loop, yang internal terhadap program aplikasi
itu sendiri.Paradigma pemrograman lainnya adalah berbasis notifikasi, dimana
loop control utama untuk proses event tidak ada dalam aplikasi.Set dari
pemrograman dan teknik desain yang dapat menambah level lain dari servis untuk
desain system interaktif selain level toolkit adalah system manajemen interface
user (UIMS) ini.
B.
Saran
Kita harus benar-benar mengetahui tujuan
dari implementasi pendukung tersebut karena dengan mengetahui pasti dengan sub
materi yang ada dalam makalah ini. Sehinggadapat menambah wawasan bagi pembaca
beserta penulis makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
-
HTTP//:www.Interaksi Manusia dan Komputer _
Smile! You’re at the best WordPress.com site ever (Diakses pada tanggal 6
Desember 2014)
