BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Untuk mencapai tujuan pendidikan
yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala
sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen
peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya.
Fakta-fakta dilapangan ditemukan sistem pengelolaan anak didik masih
menggunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan
dalam arti yang sempit dan kurang memberi perhatian kepada pengembangan bakat
kreatif peserta didik. Padahal Kreativitas disamping bermanfaat untuk
pengembangan diri anak didik juga merupakan kebutuhan akan perwujudan diri
sebagai salah satu kebutuhan paling tinggi bagi manusia.
Penyelenggaraan pendidikan saat ini
harus diupayakan untuk memberikan pelayanan khusus kepada peserta didik yang
mempunyai kreativitas dan juga keberbakatan yang berbeda agar tujuan pendidikan
dapat diarahkan menjadi lebih baik.
Dalam pendidikan, siswa merupakan titik fokus yang strategis
karena kepadanyalah bahan ajar melalui sebuah proses pengajaran diberikan.
Sebagai seorang manusia menjadi sebuah aksioma bahwa peserta didik mempunyai
kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mereka unik dengan seluruh potensi
dan kapasitas yang ada pada diri mereka dan keunikan ini tidak dapat
diseragamkan dengan satu aturan yang sama antara peserta didik yang satu dengan
peserta didik yang lain, para pendidik dan lembaga sekolah harus menghargai
perbedaan yang ada pada diri mereka.
BAB II
Teori
dan Faktor CSCW
A.
Pendahuluan
Tujuan: membahas interaksi dari
sistem komputer dengan kelompok kerja dan organisasi dimana sistem tersebut
digunakan.
CSCW adalah
cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai
suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan
mereka CSCW adalah suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware.
B.
Komunikasi
face-to-face
ü Bentuk
komunikasi yang primitif (dalam hubungannya dengan teknologi)
ü Mekanisme
komunikasi yang sangat kompleks
ü Tidak
hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan
tatapan mata
Beberapa fenomena yang mempengaruhi
penggunaan computer-mediated communication:
- Personal space
ü Dalam
komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung mempertahankan jarak tertentu
dengan lawan bicaranya.
ü Konsep
personal space berbeda untuk setiap negara/budaya.
ü Masalah
personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan
ü melalui
video links.
- Kontak dan tatapan mata
ü Dalam
berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, perasaan
tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
ü Video-tunnel
memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi wajah.
- Gerak isyarat dan bahasa tubuh
ü Dalam
berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk menunjuk sesuatu.
ü Beberapa
groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan menggunakan group
pointer.
ü Banyak
computer-supported meeting room menempatkan monitor pada meja sehingga para peserta
dapat saling melihat dengan jelas.
- Back channel
ü Response
dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
ü Dengan
adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami
pembicaraan.
ü Beberapa
masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi
video.
·
Komunikasi video
cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak
tubuh dan isyarat.
·
Layar yang besar cenderung mengurangi detail
sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
ü Audio
links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel.
ü Komunikasi
berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
- Turn-taking
ü Turn-taking
adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengaran ditukar.
ü Dalam
proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.
ü Terjadinya
proses turn-taking,karena:
·
Pembicara menawarkan
kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan.
·
Pembicara memberikan
gap singkat dalam pembicaraan.
ü Bentuk
pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.
ü Masalah
yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi
jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi
gap sekitar 4 detik.
C.
Percakapan
Tiga fungsi teori percakapan dalam CSCW:
- Digunakan untuk menganalisa catatan (transkrip), mis. konferensi elektronik. Ini akan membantu memahami seberapa baik partisipan menyalin dengan komunikasi elektronik.
- Digunakan sebagai petunjuk untuk keputusan desain. Pemahaman percakapan normal antar manusia menghindari kesalahan besar dalam perancangan media elektronik.
- Dapat digunakan untuk mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori.
Struktur percakapan dasar pada tingkat yang lebih tinggi, struktur
percakapan dapat dilihat sebagai urutan giliran, biasanya pergantian di antara
partisipan. Konteks setiap ucapan dan fragmen dari percakapan sangat tergantung
pada konteks yang digunakan untuk menghilangkan ambiguitas dari ucapan. Ada 2
tipe konteks dalam percakapan:
- Konteks internal, tergantung pada ucapan sebelumnya.
- Konteks eksternal, tergantung pada lingkungan.
D.
Komunikasi
Berbasis Teks
- Dalam groupware yang asynchronous (dan beberapa sistem synchronous), bentuk komunikasi langsung yang dominan adalah berbasis teks.
- Komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.
Ada
4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
ü discrete;
pesan langsung seperti dalam email
ü linear;
pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
ü non-linear;
saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
ü spatial;
dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi
Beberapa masalah yang timbul dalam
komunikasi berbasis teks:
- Back channel : Kehilangan back channel dan nada suara serta bahasa tubuh pembicara.
- Grounding constraint : Adalah sifat dari channel dimana para pembicara berkomunikasi, meliputi:
·
cotemporality; ucapan
didengar segera setelah diucapkan
·
simultaneity; partisipan
dapat mengirim dan menerima pada waktu yang bersamaan
·
sequence; ucapan-ucapan
diurutkan.
Dalam sistem berbasis teks, partisipan
yang berbeda dapat menyusun simultaneously, tapi kurang cotemporality.
- Turn taking :Tidak adanya back channel menimbulkan kesulitan bagi pendengar untuk menginterupsi percakapan (turn-taking).
- Konteks : Hilangnya back channel dan kemungkinan giliran yang overlapping, menyebabkan sulitnya menentukan konteks dari ungkapan tekstual.
- Hypertext : Berkurangnya langkah dari percakapan berbasis teks berarti bahwa partisipan dipaksa untuk meningkatkan granulity pesan. Ini dapat diatasi dengan pesan multiplexing.
E.
Kerja
Kelompok
Perilaku kelompok lebih kompleks
terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja
dalam kelompok.
- Dinamika kelompok
ü Peran
dan hubungan di dalam kelompok dapat berubah secara dramatis dalam suatu kurun
waktu saat melaksanakan suatu pekerjaan.
ü Nama
peran seseorang dapat menimbulkan masalah, mis. seorang disebut penulis buku
tapi sebenarnya ia hanya memberikan ide dan komentar tapi tidak menulis satu
kata pun.
ü Anggota
dan struktur kelompok juga dapat berubah setiap saat. Dengan keluar atau
masuknya anggota dalam kelompok dapat mengubah perilaku kelompok.
ü Anggota
kelompok yang baru memiliki masalah khusus dalam beradaptasi dengan budaya
kelompok.
ü Sistem
groupware dapat membantu dengan cara mencatat sejarah dari kelompok.
ü Perancang
groupware harus menyadari bahwa anggota baru dapat masuk dalam kelompok dan
mendesain software sesuai dengan kelompok.
ü Kelompok
dapat dibagi dalam beberapa sub-kelompok yang bekerja secara mandiri dan
kemudian membagikan hasilnya kepada sub-kelompok lainnya.
- Layout Fisik
ü Orientasi
peralatan komputer dapat mempengaruhi kerja kelompok.
ü Semua
partisipan harus bisa saling melihat satu sama lain.
ü Pada
ruangan pertemuan elektronik:
·
Manajer tidak harus
duduk di depan karena layar yang di depan dapat dikontrol dari semua terminal
·
Manajer lebih baik
duduk di belakang sehingga mereka bisa mengamati para peserta tanpa harus
melepaskan pandangan dari layar
- Kognisi Terdistribusi
ü Berpikir
tidak hanya terjadi di dalam kepala, tetapi juga dalam hubungan eksternal
dengan benda-benda di dunia dan dengan orang lain. Pandangan ini disebut
kognisi terdistribusi.
ü Kognisi
terdistribusi memiliki pengaruh besar pada cara melihat kerja kelompok bahkan
kerja individual.
ü Dalam
hal ini perlu adanya mediating representation, yang merupakan alat komunikasi
antara kelompok dan perwujudan nyata dari pengetahuan kelompok serta membentuk
pengetahuan kelompok yang baru.
ü Dalam
perancangan groupware yang efektif, desainer perlu memusatkan analisisnya pada
situasi kelompok saat itu dan merancang groupware pada representasi eksternal
yang dapat digunakan oleh seluruh partisipan.
- Studi Eksperimental
ü Kompleksitas
dari komunikasi manusia-manusia dan kerja kelompok membuat studi eksperimental
dari kelompok dan groupware menjadi lebih sulit dibandingkan dengan eksperimen
single-user.
- Studi Lapangan
ü Banyak
pendapat yang mengatakan bahwa kerja kelompok hanya dapat dipelajari dalam
situasi kerja yang sebenarnya.
ü Sesuai
dengan ide kognisi terdistribusi, tindakan nyata adalah tindakan berdasarkan
situasi, tergantung pada interaksi dengan benda dan manusia pada tempat kerja.
ü Pendekatan
yang paling sesuai dengan CSCW adalah ethnography, yaitu didasarkan pada
pencatatan yang detail tentang interaksi antara manusia dan interaksi antara
manusia dengan lingkungannya.
F.
Faktor-faktor
Organisasi
Faktor organisasi cukup berpengaruh
terhadap dukungan dan relevansi dari sistem groupware pada khususnya, dan teknologi
informasi pada umumnya. Beberapa faktor organisasi yang berpengaruh adalah:
- Siapa yang mendapatkan keuntungan?
ü Sering
terjadi ketidakseimbangan antara mereka yang mendapatkan keuntungan dengan
mereka yang melaksanakan pekerjaan.
ü Dalam
sistem groupware, seharusnya ada tingkat simetri, yaitu apabila seseorang harus
bekerja untuk sistem, ia harus memperoleh keuntungan dari sistem tersebut.
- Masalah free-rider
ü Sumbangan
dari setiap partisipan tidak sama, ada yang hanya memberikan sumbangan yang
sedikit (free-rider), dan mereka mengambil keuntungan dari kerja anggota
kelompok yang lain.
- Critical mass
ü Dalam
kaitan dengan biaya/keuntungan, semakin sedikit pemakai semakin kecil
keuntungan dibanding biaya.
ü Setiap
sistem groupware yang baru harus dirancang agar memiliki keuntungan yang lebih
besar daripada biaya meskipun pemakainya sedikit.
- Kerja sama atau konflik?
ü Orang-orang
dalam organisasi atau kelompok sering memiliki tujuan yang konflik dan
pertemuan merupakan salah satu jalan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
ü Yang
perlu diperhatikan sebelum menginstal sistem komputer adalah mengidentifikasikan
stakeholder yang akan terpengaruh oleh sistem tersebut.
- Mengubah struktur kekuasaan
ü Garis
kekuasaan dan informasi dalam suatu organisasi cenderung mengalir ke atas dan
ke bawah melalui manajemen garis.
ü Media
komunikasi yang baru mungkin mengacaukan struktur manajerial yang formal, mis.
sistem email.
ü Teknologi
sebisa mungkin sesuai dengan struktur organisasi dan sosial yang ada.
- Pekerja yang tidak kelihatan
ü Kemajuan
dalam telekomunikasi memungkinkan adanya tele-working dari rumah sehingga
membuat pekerja jarang terlihat oleh manajemen. Jumlahpemakai critical mass biaya
pemakaian keuntungan pemakaian. 7. Mengevaluasi keuntungan.
ü Keuntungan
dari groupware, terutama email atau electronic conferencing, berhubungan dengan
kepuasan kerja atau aliran informasi.
ü Video-wall
diharapkan membantu kontak sosial di dalam organisasi.
ü Meskipun
sistem groupware dinilai bermanfaat, tapi sulit untuk mengukur keuntungannya
karena menyebar di seluruh organisasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Tujuan: membahas interaksi dari
sistem komputer dengan kelompok kerja dan organisasi dimana sistem tersebut
digunakan.
CSCW adalah
cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai
suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan
mereka CSCW adalah suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware.