Materi 1 (Manusia (The Human))

                                                                BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
Manusia terbatas dalam kapasitas memproses informasi, informasi pada manusia diterima dan direspon melalui saluran input/output, disimpan di memori kemudian diproses dan diaplikasikan pada pengambilan sebuah keputusan. Psikologi kognitif pada manusia mengkaji tentang pembelajaran bagaimana kemampuan serta keterbatasan pada manusia dalam mengelola sebuah informasi guna mengambil sebuah keputusan (seperti bagaimana manusia merasa sulit, merasa mudah dan mengapa tidak dapat melakukan sesuatu yang dihadapinya).
Pada tahun 1983, ada sebuah model human processor, yang terdiri dari tiga sub sistem, yaitu :
a) Sistem persepsi : menangani sensor dari luar.
b) Sistem motor : mengontrol aksi dan respon.
c) Sistem kognitif : memproses hubungan antara persepsi dan motor.
Masing-masing dari sub sistem tersebut mempunyai memori dan prosessor yang berbeda-beda, juga dalam hal kompleksitasnya


2. Rumusan Masalah
a. Apa saja input/output human (manusia).
b. Apa itu memori manusia.
c. Bagaimana proses berpikir manusia.
d. Bagaimana psikologis dan desain sistem interaktif manusia.
3. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk lebih mendalami pengelolaan kelas dalam sub topik pengelolaan wali kelas serta untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur pada mata kuliah pengelolaan kelas.


BAB II
Pembahasan
A. Jalur input/output
Manusia berinteraksi dengan lingkungannya melalui sebuah informasi yang diterima dan dikirim, adapun bahasan dalam kajian input/output manusia adalah sebagai berikut :
a. Input manusia
Panca indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit).
a) Mata Manusia
Mempunyai aktifitas yang sangat kompleks. Menerima stimulus fisik dan memproses serta menginterpretasikan stimulus.Menerima cahaya dan mentransformasikan ke energi listrik.Cahaya direfleksikan dari objek yang terlihat dan image-nya terfokus terbalik di belakang mata.
b) Lidah
Prosesnya terbagi dalam beberapa tahap :
i. Pola visual dari huruf didapat.
ii. Dikodekan ke representasi internal suatu bahasa.
iii. Proses bahasa, meliputi analisa sintaksis dan semantik
iv. Dioperasikan terhadap frase atau kalimat.
c) Telinga
Pendengaran dimulai dengan adanya getaran di udara atau gelombang
suara. Telinga terbagi ke dalam 3 bagian :
1. Telinga luar.
2. Telinga tengah.
3. Telinga dalam.
d) Kulit
Perabaan dimulai dari kulit, yang terbagi ke dalam 3 tipe sensor reseptor (penerima) :
1. Respon panas/ dingin.
2. Intensitas tekanan, rasa sakit
3. Respon penekanan.
b. Output manusia
Control motor dan efektor (jari-jari, mata, kepala, anggota badan (tangan dan kaki), dan sistem vocal.
c. Mata manusia
Menerima cahaya dan mentransformasikan ke energi listrik. Cahaya direfleksikan dari obyek yang terlihat dan imagenya terfokus terbalik di belakang mata.
d. Persepsi visual
Ukuran dan tinggi, pencahayaan serta reaksi subjektif pada warna. Kelemahan yang sering muncul adalah ketika timbul ilusi-ilusi pada pencahayaan warna.
e. Baca
Pola visual dan huruf yang didapat, dikodekan ke representasi internal suatu bahasa, proses bahasa meliputi analisa ejakan serta dioperasikan dalam sebuah kalimat.
f. Pendengaran
Dimulai dengan adanya getaran di udara atau glombang suara.
g. Proses suara
Suara diubah dan divibrasikan dalam tekanan udara.
h. Praba
Dimulai dari kulit :
i. Thermo rector / respon panas.
ii. Noci captor / intensitas tekanan dan rasa sakit.
iii. Mechano receptor / respon penekanan.

i. Pergerakan
Kecepatan dan keakuratan.
Manusia berinteraksi dengan dunia luar melalui informasi yang diterima dan dikirim, yaitu I/O. Input manusia adalah panca indera (mata, telinga, hidung, lidah, kulit). Output manusia adalah kontrol motor dan efektor. Efektor adalah jari-jari, mata, kepala, anggota badan (tangan dan kaki) dan sistem vokal. Yang sangat berperan yaitu jari-jari.
B. Memori Manusia
Memori adalah bagian kedua dari model manusia sebagai sebuah sistem pengola informasi. Secara umum ada 3 jenis/fungsi memori :
a) Tempat penyaringan (sensor).
b) Tempat memproses ingatan (memori jangka pendek).
c) Memori jangka panjang.

a) Memori Penyaring (sensor)
Bekerja sebagai tempat penyimpan sementara (buffer) untuk menerima rangsang dari indera.
Terdiri dari 3 saluran penyaring :
I. iconic : menerima rangsang penglihatan (visual).
II. echoic : menerima rangsang suara.
III. haptic : menerima rangsang sentuhan.
Isi memori selalu diperbaharui setiap kali ada rangsang yang masuk, contoh: kita dapat mengetahu perubahan letak jari tangan kita yang digerakkan didepan mata kita.
Informasi akan dilanjutkan ke memori jangka pendek dengan catatan hanya rangsang yang dibutuhkan saat itu, berupa perhatian pikiran pada salah satu dari sekian banyak rangsang yang masuk.
b) Memori Jangka Pendek (Short Term Memori)
Merupakan daerah memori yang selalu aktif dan dianggap sebagai memori pekerja (membaca dan menghitung). Memori jangka pendek/memori kerja bertindak sebagai tempat menyimpan data sementara, digunakan untuk menyimpan informasi yang hanya dibutuhkan sesaat. Misal : saat seseorang menghitung 35 x 6, mungkin orang itu akan mengalikan 5 dengan 6 dulu baru kemudian 30 x 6. Untuk membentuk perhitungan seperti diatas diperlukan penyimpanan sementara untuk digunakan kembali kemudian. Memori dapat diakses dengan cepat ±70 ms, penghilangan cepat ±200 ms. Kapasitas memori kecil / terbatas.
c) Memori Jangka Panjang (Long Term Memori)
Menyimpan informasi yang lebih detail melalui sebuah analisa
serta pengakuan terhadap adanya prosedur-prosedur yang wajib dilalui ketika melakukan sebuah pengolahan terhadap sebuah informasi yang diterima agar mampu dijadikan sebuah output guna mengambil sebuah keputusan yang tepat.
Memori ini diperlukan untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu lama. Merupakan tempat menyimpan seluruh pengetahuan, fakta informasi, pengalaman, urutan perilaku, dan segala sesuatu yang diketahui. Kapasitas besar/ tidakterbatas, kecepatan akses lebih lambat ±1/10 second, proses penghilangan pelan. Ada 2 cara menggali ingatan kembali dalam memori jangka panjang :
i. Episodic : urutan ingatan tentang kejadian.
  ii. Semantic : memori yang tersusun berdasar fakta, konsep dan ketrampilan Informasi semantic terbentuk dari episodic.
C. Proses Berpikir : Penalaran dan Penyelesaian Masalah
Berpikir membutuhkan sejumlah pengetahuan yang berbeda - beda. Beberapa aktifitas berpikir tersebut ada yang langsung dan tidak langsung.
1. Penalaran
Merupakan proses dimana saat menggunakan pengetahuan, kita harus menarik kesimpulan baru tentang hal yang baru.
Tipe-tipe penalaran : deduktif, induktif.
2. Penyelesaian Masalah
Merupakan proses menemukan solusi suatu tugas dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki. Pada manusia, dikarakterkan dengan kemampuan mengadaptasikan informasi dengan situasi yang baru.
D. Psikologi dan Desain Sistem Interaktif
Bagaimana kita mengaplikasikan apa yang telah kita pelajari untuk mendesain sistem yang interaktif. Dalam mendesain sistem yang interaktif, kita tidak bisa sembarangan, tetapi harus mengacu / melihat dari ilmu psikologi (karena berhubungan dengan perilaku manusia).
Beberapa yang harus diketahui dalam mendesain sistem yang interaktif dalam relevansinya dengan psikologi kognitif :
1) Guidelines.
2) Model2 pendukung desain.
3) Teknik mengevaluasi.
a. The Human (Manusia = User)
Terbatas dalam kapasitas memproses informasi, implikasi untuk desain informasi pada manusia :
1) Diterima dan direspon melalui saluran (channel) input/output.
2) Disimpan di memory.
3) Diproses dan diaplikasikan.
b. Komputer
Terdiri dari berbagai macam elemen yang masing-masing memiliki pengaruh terhadap user. Peralatan input untuk penggunaan secara interaktif memungkinkan user untuk memasukkan teks gambar, dan memilih obyek pada layar. Perlatan output untuk penggunaan secara interaktif secara umum adalah beberapa jenis layar serta output dengan suara. Output dan input dalam bentuk kertas.

BAB III
Penutup
I. Kesimpulan
Sistem computer terdiri dari atas tiga aspek, yaitu aspek perangkat keras, aspek perangkat lunak, dan aspek manusia. Ketika aspek tersebut saling berkerjasama agar sebuah sistem computer dapat bekerja dengan sempurna. Perancangan tidak harus mengetahui aspek teknis dari sistem computer tetapi hanyalah wajib mengetahui bagaimana manusia mengelola informasi.
Pada dasarnya baik manusia dan computer masing-masing mempunyai peranti masukan (sistem computer), misalnya papan ketik dan mouse, untuk memasukan data atau memilih suatu menu, yang kemudian dihasilkan pada tampilan layar monitor sehingga dapat dikonsumsi oleh manusia sebagai user. Keluaran dari computer akan dipantau oleh pengguna (pengelihatan dan pendengaran). Keluaran dari sistem pengolahan ini adalah tanggapan pengguna yang sesuai dengan apa yang ia lihat pada layar tampilan, misalnya dengan menekan tombol yang berarti merupakan siklus berikutnya dari interaksi manusia dan computer.
II. Saran
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, penulis menerima semua saran dan kritik dari pembaca agar dalam pembuatan makalah untuk kedepannya lebih baik lagi.

Out Of Topic